Senin, 23 Februari 2009

Realita Bangsa

Semangat Membaca yang Kian Pudar
“Dengan Membaca,orang akan menguasai banyak hal”,kira-kira itulah gambaran yang pas untuk melukiskan bagaimana pentingnya budaya baca untuk di galakkan. Mari kita renungkan,berapa banyak buku yang telah kita baca tiap harinya? Apakah kita dapat menghabiskan satu buku dalam sehari?
Ketertinggalan budaya baca bangsa kita,harus kita benahi dari sekarang. Banyak hal kecil yang dapat kita lakukan,contohnya ketika kita sedang menaiki transjakarta busway. Ketika saya amati lebih dalam, ternyata hampir seluruh penumpang transjakarta yang mendapat kursi dan pergi pagi hari menuju kantor, asyik dengan dunia mimpi masing-masing. Mungkinkah mereka terlena dengan musik juga AC yang sejuk atau merupakan sebuah kebiasaan?.
Hal ini saya amati karena kebetulan saya selalu berdiri setiap berangkat dan jarang mendapat kursi. Mungkinkah saya akan melakukan hal seperti itu juga ketika mendapat kursi?jawabnya adalah mungkin,karena hal yang membudaya,semakin sering dilakukan,semakin banyak orang mengikuti. Realita semacam ini penting dan menarik untuk kita bicarakan,hal tersebut berkaitan erat dengan semangat membaca diri kita. Budaya baca bangsa harus kita tingkatkan,karena bangsa yang maju adalah bangsa yang mengetahui banyak hal dan mempunyai pengetahuan luas sehingga dapat bersaing di era globalisasi. Hal diatas,sangat mungkin terjadi di seluruh bagian negara Indonesia dan Jakarta hanyalah contoh kecil.
Marilah kita renungkan bersama, “berapa buku yang telah saya baca hari ini?”

hakikat kehidupan

Terkadang manusia tidak menyadari bahwa kehidupan seseorang dibentuk oleh pola fikir orang tersebut. Mungkin kita bisa bilang hidup itu indah jika kita mencoba meresapi makna kehidupan tersebut. Allah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya kita,penuh talenta dan memiliki kelemahan. Apakah ada alasan bagi kita untuk menyesal dan merasa bodoh dalam perjalanan hidup? rasanya tidak bijak jika kita berpikir demikian. Dinamika dan ritme kehidupan adalah hal yang harus kita jalani,sehingga pada akhirnya kita akan menyadari,termasuk tipe manusia yang bagaimanakah,apakah manusia yang selalu bersyukur dan tidak pernah menyerah atau pecundang yang membiarkan hidup mengalir begitu saja tanpa menggunakan kesempatan yang ada?.
Apapun pilihan atau jawaban kita,yakinlah bahwa selalu ada kesempatan untuk membuat hidup kita lebih berarti.
“sukses bukanlah kunci kebahagiaan,kebahagiaan adalah kunci kesuksesan. Jika Anda mencintai apa yang Anda Lakukan,Anda akan mendapatkan kesuksesan itu” (Herman Cain,penulis AS dan Pebisnis)