Rasulullah bersabda” Barang siapa yang ingin diperluas rezekinya dan dipanjangkan umurnya,maka bersilaturahmilah”. Di zaman yang semakin modern ini, keberadaan silaturahmi dan menjaga ukhuwwah makin memudar. Hal tersebut diiringi dengan kemajuan teknologi yang dikatakan dapat menggantikan makna silaturahmi.
Islam telah menganjurkan kepada kita sebagai kaum muslimin dan muslimat untuk menjaga silaturahmi antar sesama. Dengan silaturahmi, persaudaraan pun makin erat. Ketika kita bersilaturahmi, berbagai hal dapat dibagi antar sesama. Mulai dari pertukaran pendapat hingga informasi, maka peluang untuk menjemput rezeki Allah pun semakin terbuka. Hal ini selaras dengan sabda Rasulullah, bahwa silaturahmi dapat memperluas rezeki.
Silaturahmi adalah hal yang mudah diucap,namun sulit untuk dilakukan. Ketika niat untuk bersilaturahmi menuju rumah saudara mu’min tercetus,berbagai halangan serta godaan menghampiri.
Rasa enggan, malas hingga bisikan syaithan pun berdatangan, karena syaithan pernah berjanji bahwa mereka akan mengganggu keturunan Nabi Adam,hingga manusia tidak akan mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Karena itu, ketika niat sudah tertancap untuk melakukan silaturahmi,maka segerakanlah. Batasan serta pengertian silaturahmi pun tidak terhenti sebatas mengunjungi rumah saudara muslim dan muslimat. Berbagai cara dapat mempererat silaturahmi kita, seperti menggunakan perangkat teknologi komunikasi. Namun, mengunjungi rumah saudara lebih afdhal ketimbang perangkat teknologi komunikasi. Karena, begitu kita melangkah untuk silaturahmi,maka para malaikat pun mencatat niat serta amal baik kita.
Seorang muslim bagi muslim lainnya diumpamakan seperti tali yang mengikat satu sama lain. Karena itu, marilah kita menjaga tali tersebut agar tetap erat, sehingga umat Islam dapat bersatu dan kuat dalam menghadapi berbagai gangguan serta ujian.
Silaturahmi dapat menguatkan sendi-sendi kehidupan masyarakat. Dengan silaturahmi, rasa pesaudaraan semakin terpupuk dan membangun kepedulian terhadap sesama. ‘Auf bin Malik memberikan landasan penting dalam meneguhkan prinsip-prinsip persaudaraan dalam agama dan akidah Islam. Landasan tersebut yakni, “seorang muslim tidak boleh mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari dan “tidak boleh bernazar untuk memutuskan persaudaraan”.
Subhanallah, betapa Islam sangat mengagungkan hubungan persaudaraan antar sesama melalui jalinan tali silaturahmi. Dalam QS ‘Ali Imran ayat 103 disebutkan, “ Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali(agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah orang-orang yang bersaudara…..”
Ayat tersebut menerangkan bagaimana Allah memberikan ni’mat atas umat Muslim yang bersatu dalam ikatan tali persaudaraan melalui agama yang di ridhoi Allah,Islam. Karena itu, betapapun banyaknya kendala yang datang ketika kita akan bersilaturahmi, namun dengan niat yang tulus, Insya Allah langkah untuk bersilaturahmi menuju ridho Allah akan semakin dimudahkan,Amin Ya Rabbal ‘alamin.
Minggu, 14 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar