Nabi SAW selalu banyak berdo’a dengan penuh kerendahan diri. Beliau memohon kepada Allah Ta’ala agar menghiasinya dengan adab yang baik serta akhlak mulia. Nabi berkata dalam doanya,”Ya Allah, baguskanlah akhlak dan bentukku.”
Dalam kehidupan ini, akhlak adalah cerminan pribadi seseorang. Manusia mempunyai hati dan pikiran dalam membentuk akhlak, yang akan bermuara pada dua macam akhlak,yaitu akhlak yang terpuji (akhlakul karimah) atau akhlak yang tercela (akhlakul madzmumah). Akhlak yang terpuji akan menghantarkan kita menuju kebahagiaan di dunia serta akhirat kelak. Sebaliknya,akhlakul madzmumah akan membawa kita menuju ketidakbahagiaan, baik di dunia maupun akhirat.
Dalam berinteraksi dan bermuamalah dengan sesama muslim lainnya,akhlakul karimah senantiasa di nanti. Tiap orang menjadi bahagia serta lapang dada ketika berjumpa dengan sesama saudaranya yang mempunyai akhlak terpuji. Dengan akhlak terpuji, jalinan persaudaraan akan lebih erat dan mengedepankan toleransi antar sesama. Lantas, bagaimanakah kriteria akhlak yang terpuji?
Said Bin Hisyam berkata, “Aku datang menemui Aisyah ra, lalu aku bertanya kepadanya tentang akhlak Rasulullah SAW.” Maka Aisyah menjawab, “Tidakkah engkau membaca Al-Qur’an? Aku menjawab,”ya”. Aisyah berkata,”Akhlak Rasulullah SAW adalah Al-Qur’an”.
Maka, marilah kita menjadikan Al-Qur’an sebagai panutan dalam membentuk akhlak menuju pribadi yang menyenangkan serta mendatangkan kebaikan.
Firman Allah Ta’ala: “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (QS.Al-A’raf:199).
Pengucapan kata maaf adalah hal yang sulit untuk dilakukan. Tidak sedikit manusia yang merasa bahwa dirinya benar dan enggan untuk memberi atau mengucap maaf.
Ahlak yang terpuji mendatangkan kebaikan dalam tiap hal. Dengan akhlak yang baik, kita dapat menjadi pribadi pemaaf yang melakukan segala sesuatu dengan bersumber pada Al-Qur’an dan Hadits.
Allah telah memberikan tuntunan bagi seluruh hambaNya dalam melaksanakan kehidupan ini melalui Al-Qur’an. Barang siapa yang mengikuti tuntunanNya maka akan selamat dalam mengarungi berbagai permasalahan dan ujian di dunia.
Pentingnya menjaga akhlak, seperti perumpamaan wanita cantik dan lelaki rupawan yang pintar, namun tidak berakhlak. Keadaan tersebut sama hal nya dengan wanita cantik dan lelaki rupawan tanpa sehelai pakaian,maka akan senantiasa terlihat tidak indah.
Dalam kancah politik saat ini, keberadaan serta pencapaian akhlak terpuji sangat diharapkan banyak pihak, serta dihargai oleh tiap elemen masyarakat. Hal ini dikarenakan, dengan akhlak terpuji, segala tindak tanduk kita tidak akan mendatangkan kerugian, bahkan sebaliknya, akan mendatangkan kebaikan. Namun, bukan berarti alasan membentuk akhlak terpuji adalah karena ingin mendapat simpati dari banyak orang, naudzubillah.
Dalam berkompetisi meraih kemenangan, jangan ada sindiran yang merugikan banyak pihak atau bahkan menyakiti pihak tertentu. Bersainglah dengan akhlak yang terpuji, karena dengan itu, persaingan secara sehat akan terwujud. Marilah kita mencontoh pribadi Rasulullah SAW yang tidak pernah memaki seorang mu’min, melainkan makian itu menjadi tebusan dan rahmat baginya.
Minggu, 14 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar